LAWANG SEWU

Kamis, 14 November 2024


 LAWANG SEWU


Lawang Sewu adalah sebuah bangunan bersejarah milik PT Kereta Api Indonesia yang kini menjadi salah satu tujuan wisata populer di Semarang, Jawa Tengah.Dalam bahasa Jawa, "lawang sewu" berarti seribu pintu. Bangunan yang dulunya digunakan sebagai Kantor Pusat Perusahan Kereta Api Swasta zaman Belanda ini disebut Lawang Sewu karena memiliki banyak pintu dan jendela. Dengan luas lahan sekitar 18.232 meter persegi, di kompleks Lawang Sewu berdiri lima gedung yang dibangun secara bertahap dari tahun 1904 hingga 1918.

SEJARAH LAWANG SEWU

Pada tahun 1864 ketika Belanda melakukan pembangunan jalur kereta api di Indonesia, Belanda mulai merancang jalur kereta api Semarang-Solo-Yogyakarta dan Kedungjati-Ambarawa. NIS merupakan perusahaan yang bertanggungjawab dalam membangun jalur kereta api ini. Dimulai dari tahun 1864 hingga 1867, pada awalnya pembangunan jalur kereta api ini difungsikan sebagai penghubung antara Semarang sebagai bandar pelabuhan dan industri dengan wilayah pedalaman sebagai penghasil bahan mentah berupa hasil perkebunan dari Solo dan Yogyakarta. Dengan adanya perkembangan teknologi membuat NIS sukses besar dan mengharuskan memiliki kantor sendiri.

Kantor yang akan mereka bangun adalah sebuah kantor urusan administrasi yang nantinya terletak di Jalan Pemuda. Pada tahun 1904 dimulailah proses pembangunan gedung administrasi perkantoran kereta api oleh J.F. Klinkhamer dan B.J. Queendag sebagai koordinator perencanaan, serta memilih Cosman Citroen sebagai arsitek untuk gedung tersebut. Pembangunan gedung ini berakhir pada tahun 1918.

Ketika memasuki masa penjajahan Jepang, bangunan Lawang Sewu berubah menjadi Kantor Ryuku Sokyoku (Jawatan Transportasi Jepang). Selain menggunakan kantor transportasi, Jepang juga menggunakan ruang bawah tanayh Lawang Sewu sebagai penjara dan tempat eksekusi mati. Kemudian pada Oktober 1945, Belanda ingin mengambil alih kembali wilayah Semarang sehingga menimbulkan perang dan memaksa Jepang mundur.

Setelah masa perang mempertahankan kemerdekaan gedung Lawang Sewu berubah menjadi kantor DKARI (Djawatan Kereta Api Republik Indonesia). Namun, memasuiki tahun 1946 ketika Belanda mulai menancapkan kekuasaannya di Semarang, DKARI harus berpindah ke bekas kantor de Zustermaatschappijen kareba gedung Lawang Sewu dimanfaatkan Belanda untuk menjadi marka Belanda.

Pada tahun 1994 dilakukan penyerahan ke PT. KAI dan dilakukan restorasi gedung Lawang Sewu pada tahun 2009. Pada tahun 2011, Ibu Negara Ani Yudhoyono meresmikan gedung Lawang Sewu yang kini menjadi destinasi wisata sejarah perkereta apian di Indonesia.



Benarkah Lawang Sewu Punya 1000 Pintu?

Dikutip dari laporan Ainur Rohmah berjudul "Lawang Sewu's Spooky Image Eliminated to Lure More Visitors" dalam The Jakarta Post (28 Desember 2013), disebutkan bahwa rancang bangun gedung ini memang memiliki banyak ruang.
Gedung tersebut dilengkapi sekitar 1.000 jendela dengan ukuran besar dan tinggi khas bangunan Belanda. Ukuran yang tinggi dan lebar ini membuat jendela-jendela tersebut dikira sebagai pintu. Adapun jumlah pintu yang sebenarnya di bangunan ini adalah sebanyak 429 buah.



TAMAN SAFARI BOGOR

Kamis, 17 Oktober 2024

 

TAMAN SAFARI BOGOR


Taman Safari didirikan tahun 1981 di atas tanah seluas 55 hektar. Tanah ini dulunya merupakan eks tanah perkebunan Cisarua Selatan yang sudah tidak produktif.Taman Safari Indonesia dibangun oleh 3 figur bersaudara yang awalnya tergabung dalam grup Oriental Sirkus Indonesia. Mereka adalah Yansen Manansang, Frans Manansang, dan Tony Sumampau yang mengawalinya untuk membuat modern zoo.

Empat tahun kemudian atau tepatnya pada tahun 1986, Taman Safari akhirnya diresmikan menjadi sebuah Taman Konservasi. Bukan hanya sebagai taman konservasi saja, sahabat explorer,  Taman Safari Cisarua juga ditetapkan sebagai destinasi wisata keluarga. Wisatawan bisa berlibur sambil mengenal ragam satwa. 

Awal dibuka, Taman Safari memiliki 400 ekor satwa dari 100 spesies dari 5 benua di dunia. Di antaranya badak, orang utan, harimau, dan lain-lain. Saat ini, koleksi satwa terus bertambah menjadi 7.000 ekor dari 300 spesies. Terakhir yang paling menggemparkan, Taman Safari Bogor memiliki satwa baru yaitu sepasang ekor panda yang didatangkan langsung dari China.

Taman Safari berkembang tak hanya sebagai pusat konservasi satwa namun juga dilengkapi sarana edukasi dan rekreasi. Sahabat Satwa juga bisa memberi makan singa, safari malam, safari journey, behind the scene tour, treking, kemah, outbond, dan wisata air terjun. 





Selain wisata satwa, Taman Safari Bogor juga menyelenggarakan berbagai acara dan aktivitas edukasi seperti pertunjukan satwa, presentasi pendidikan, dan workshop untuk pengunjung dari berbagai usia.

Aktivitas ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang lebih dalam tentang satwa, lingkungan, dan konservasi kepada pengunjung.

Taman Safari Indonesia terus melakukan pembaruan dan inovasi untuk memberikan pengalaman wisata yang lebih baik bagi pengunjung.

Pengembangan fasilitas, peningkatan kesejahteraan satwa, dan penggunaan teknologi canggih untuk meningkatkan edukasi dan keselamatan pengunjung menjadi fokus utama dalam pengelolaan taman ini.

Seiring dengan reputasinya yang terus berkembang, Taman Safari Indonesia telah meraih berbagai penghargaan dan pengakuan internasional dalam bidang konservasi, pariwisata, dan keberlanjutan.

Penghargaan ini menegaskan kontribusi Taman Safari Bogor dalam melestarikan alam, mendidik masyarakat, dan menjadi contoh dalam pengelolaan taman hiburan satwa.




Taman Safari Bogor tidak hanya menjadi destinasi wisata populer di Indonesia, tetapi juga memberikan dampak positif bagi industri pariwisata dan pendidikan di Indonesia.

Sebagai tempat rekreasi yang edukatif, taman ini memberikan kontribusi dalam pendidikan lingkungan, konservasi satwa, dan peningkatan kesadaran akan keberagaman hayati










BENTENG PORTUGIS

Kamis, 22 Agustus 2024

 BENTENG PORTUGIS

Benteng Portugis[1] adalah salah satu objek wisata andalan di Jepara. Benteng Portugis yang terletak di Desa Banyumanis Kecamatan Donorojo atau 45 km di sebelah timur laut Kota Jepara. Untuk mencapainya tersedia sarana jalan aspal berbatu dan hanya dapat dicapai menggunakan kendaraan pribadi dikarenakan tidak ada rute transportasi umum ke situs sejarah ini. 

Dilihat dari sisi geografis benteng[2] ini tampak sangat strategis untuk kepentingan militer khususnya zaman dahulu yang kemampuan tembakan meriamnya terbatas 2 s/d 3 km saja. Benteng ini dibangun di atas sebuah bukit batu di pinggir laut dan persis di depannya terhampar Pulau mondoliko, sehingga praktis selat yang ada di depan benteng ini berada di bawah kendali Meriam Benteng sehingga akan berpengaruh pada pelayaran kapal dari Jepara ke Indonesia bagian timur atau sebaliknya.

Benteng Portugis terdapat di Desa Banyumanis Kecamatan Donorojo atau 45 km di sebelah timur laut Kota Jepara. Jalan untuk menuju Benteng Portugis dapat ditempuh dengan jalan aspal yang banyak berlubang, baik melalui kota Jepara ataupun dari kota Pati melalui kecamatan Dukuhseti atau kecamatan Tayu.   






 

Pada tahun 1619, kota Jayakarta / Sunda Kelapa dimasuki VOC Belanda, dan saat ini Sunda Kelapa yang diubah namanya menjadi Batavia dianggap sebagai awal tumbuhnya penjajahan oleh Imperialis Belanda di Indonesia. Sultan Agung Raja Mataram sudah merasakan adanya bahaya yang mengancam dari situasi jatuhnya kota Jayakarta ke tangan Belanda. Untuk itu Sultan Agung mempersiapkan angkatan perangnya guna mengusir penjajah Belanda. Tekad Raja Mataram ini dilaksanakan berturut-turut pada tahun 1628 dan tahun 1629 yang berakhir dengan kekalahan di pihak Mataram. Kejadian ini membuat Sultan Agung berpikir bahwa VOC Belanda hanya bisa dikalahkan lewat serangan darat dan laut secara bersamaan, padahal Mataram tidak memiliki armada laut yang kuat, sehingga perlu adanya bantuan dari pihak ketiga yang juga berseteru dengan VOC yaitu Bangsa Portugis.

Bangsa Portugis setidaknya mendapat serangan dari Ratu Kalinyamat, sebagai penguasa Jepara dan Jawa pada umumnya, sebanyak dua kali. Yakni pada 1550 dan tahun 1564. Pada tahun 1550 Ratu Kalinyamat menyerang Portugis di Malaka (sekarang Malaysia), bersama pasukan dari Kesultanan Aceh, Johor, Palembang, dengan kekuatan total 200 kapal perang dan belasan ribu prajurit. Pada tahun 1564 juga menyerang lagi bersama pasukan dari Kesultanan Aceh Darussalam. Juga pada tahun 1573 menyerang Portugis lagi di Selat Malaka.

 

Pantai Bandengan merupakan pantai dengan pasir putih dan air yang jernih, bahkan cocok untuk mandi. Seringkali, wisatawan yang datang ke pantai ini menggunakan kawasan pantai untuk mandi laut. Umum, mereka adalah anak-anak, remaja, dan wisatawan mancanegara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pantai Bandengan di Jepara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2022/09/28/160322378/pantai-bandengan-di-jepara-daya-tarik-harga-tiket-dan-jam-buka?page=all.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Bandengan dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudra maupun Pantai Klein Scheveningen. Dahulu pantai yang menghadap ke utara laut Jawa ini sering didatangi oleh RA Kartini, pahlawan nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pantai Bandengan di Jepara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2022/09/28/160322378/pantai-bandengan-di-jepara-daya-tarik-harga-tiket-dan-jam-buka?page=all.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Bandengan dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudra maupun Pantai Klein Scheveningen. Dahulu pantai yang menghadap ke utara laut Jawa ini sering didatangi oleh RA Kartini, pahlawan nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pantai Bandengan di Jepara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2022/09/28/160322378/pantai-bandengan-di-jepara-daya-tarik-harga-tiket-dan-jam-buka?page=all.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Bandengan dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudra maupun Pantai Klein Scheveningen. Dahulu pantai yang menghadap ke utara laut Jawa ini sering didatangi oleh RA Kartini, pahlawan nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pantai Bandengan di Jepara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2022/09/28/160322378/pantai-bandengan-di-jepara-daya-tarik-harga-tiket-dan-jam-buka?page=all.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Bandengan dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudra maupun Pantai Klein Scheveningen. Dahulu pantai yang menghadap ke utara laut Jawa ini sering didatangi oleh RA Kartini, pahlawan nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pantai Bandengan di Jepara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2022/09/28/160322378/pantai-bandengan-di-jepara-daya-tarik-harga-tiket-dan-jam-buka?page=all.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: http
antai Bandengan dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudra maupun Pantai Klein Scheveningen

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pantai Bandengan di Jepara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2022/09/28/160322378/pantai-bandengan-di-jepara-daya-tarik-harga-tiket-dan-jam-buka?page=all.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Bandengan dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudra maupun Pantai Klein Scheveningen. Dahulu pantai yang menghadap ke utara laut Jawa ini sering didatangi oleh RA Kartini, pahlawan nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pantai Bandengan di Jepara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2022/09/28/160322378/pantai-bandengan-di-jepara-daya-tarik-harga-tiket-dan-jam-buka?page=all.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Bandengan dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudra maupun Pantai Klein Scheveningen. Dahulu pantai yang menghadap ke utara laut Jawa ini sering didatangi oleh RA Kartini, pahlawan nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pantai Bandengan di Jepara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2022/09/28/160322378/pantai-bandengan-di-jepara-daya-tarik-harga-tiket-dan-jam-buka?page=all.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6
Pantai Bandengan terletak di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Pantai Bandengan dikenal juga sebagai Pantai Tirta Samudra maupun Pantai Klein Scheveningen. Dahulu pantai yang menghadap ke utara laut Jawa ini sering didatangi oleh RA Kartini, pahlawan nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pantai Bandengan di Jepara: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2022/09/28/160322378/pantai-bandengan-di-jepara-daya-tarik-harga-tiket-dan-jam-buka?page=all.


Kompascom+ baca berita tanpa iklan: https://kmp.im/plus6
Download aplikasi: https://kmp.im/app6

DANAU TOBA

Kamis, 08 Agustus 2024

 DANAU TOBA


Danau Toba merupakan danau terbesar yang ada di Indonesia maupun Asia Tenggara. Danau Toba juga merupakan danau yang terbentuk dari letusan Gunung Toba beberapa ratus tahun yang lalu.
 
 Menurut Bemmelen, awalnya gunung api purba ini melakukan aktivitas vulkanik dan terjadi erupsi sangat dahsyat. Gabungan antara proses vulkanik dan tektonik pada letusan gunung api purba inilah yang menyebabkan amblesnya bagian tengah gunung, sehingga membentuk cekungan memanjang ke arah barat laut hingga tenggara.

Letusan tersebut juga menyebabkan terjungkitnya sebagian tanah dengan posisi miring ke arah barat daya yang membentuk Pulau Samosir. Pasca letusan dahsyat itu, Kaldera Toba tertutup bebatuan beku yang kemudian cair dan membentuk danau.

Berdasarkan penelitian, Gunung Api Purba Toba dahulunya merupakan gunung api supervolcano, yang dapat memuntahkan magma minimal 300 km3 saat meletus 74 ribu tahun lalu.

Saat letusan berlangsung setidaknya Gunung Api Purba Toba telah memuntahkan tidak kurang dari 2.800 km3 material vulkanik. Parahnya akibat letusan dahsyat tersebut populasi manusia di bumi menyusut hingga 60% dan diikuti terganggunya mata rantai makanan.

Bahkan letusan gunung api purba ini disebut-sebut sempat membuat spesies Homo Sapiens nyaris punah. Migrasi manusia modern juga terhenti, karena letusan membuat Homo Sapiens terisolasi di suatu tempat di Afrika.

Kini hasil letusan tersebut membentuk sebuah danau indah yang menjadi daya tarik wisata di Sumatera Utara dengan panjang 100 km dan lebar 30 km. Kedalaman Danau Toba berkisar pada 500 meter dengan ketinggian permukaan sekitar 900 meter.

Foto Cover: Ilustrasi seorang model di Danau Toba yang memiliki cerita rakyat yang melegenda. (Shutterstock/Zulfikri Sasma)


 
 
Lanskap Danau Toba. (Foto: Shutterstock/franshendrik Tambunan) 
 

Danau Toba terletak di Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Secara geografis, danau ini terletak di bagian utara Pulau Sumatera. Lebih tepatnya, Danau Toba terletak sekitar 176 kilometer di sebelah barat Medan, ibu kota Sumatera Utara.

Danau Toba memiliki luas wilayah yang cukup besar, membentang di beberapa kabupaten di sekitarnya. Beberapa kabupaten yang terdapat di sekitar Danau Toba antara lain Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Karo, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi.

Bukit Holbung menawarkan pemandangan yang menakjubkan dari atas. Pemandangannya langsung berhadapan dengan Danau Toba yang terhampar luas di bawahnya.

CANDI BOROBUDUR

Kamis, 01 Agustus 2024

 

CANDI BOROBUDUR

Dinasti Sailendra membangun peninggalan Budha terbesar di dunia antara 780-840 Masehi. Dinasti Sailendra merupakan dinasti yang berkuasa pada masa itu. Peninggalan ini dibangun sebagai tempat pemujaan Budha dan tempat ziarah. Tempat ini berisi petunjuk agar manusia menjauhkan diri dari nafsu dunia dan menuju pencerahan dan kebijaksanaan menurut Buddha. Peninggalan ini ditemukan oleh Pasukan Inggris pada tahun 1814 dibawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles. Area candi berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835.

Borobudur dibangun dengan gaya Mandala yang mencerminkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Struktur bangunan ini berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran. Jika dilihat dari luar hingga ke dalam terbagi menjadi dua bagian yaitu alam dunia yang terbagi menjadi tiga zona di bagian luar, dan alam Nirwana di bagian pusat. 



LINGKUNGAN CANDI BOROBODUR

Terletak sekitar 40 kilometer (25 mi) barat laut dari Kota Yogyakarta, Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling dua pasang gunung kembar; Gunung Sindoro-Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat Bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur. Menurut legenda Jawa, daerah yang dikenal sebagai Dataran Kedu adalah tempat yang dianggap suci dalam kepercayaan Jawa dan disanjung sebagai 'Taman pulau Jawa' karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya.[18]

Terjadinya erupsi Gunung Merapi yang dahsyat pada sekitar tahun 1006 menyebabkan Candi Borobudur tertimbun oleh debu vulkanik selama ratusan tahun lamanya. Beberapa abad kemudian, Candi Borobudur akhirnya ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh seorang insinyur Belanda bernama Hermanus Christiaan Cornelius, ketika kerajaan Inggris yang diwakili oleh Thomas Stamford Raffles menduduki beberapa bagian pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah. Setelah Indonesia merdeka, pada akhir tahun 60-an pemerintah bekerja sama dengan UNESCO untuk merenovasi Candi Borobudur selama bertahun-tahun, sampai akhirnya UNESCO menetapkan mahakarya agung tersebut sebagai Situs Warisan Dunia di tahun 1991.

 



Arsitektur Candi Borobudur

Menurut urutan bangunan punden berundak yang dipadukan dengan ajaran Buddha ada tiga bagian yang dilambangkan sebagai berikut.

1. Kamadhatu
Kamadhatu yang diartikan sebagai alam bawah atau dunia nafsu. Selama hidup, manusia terikat pada nafsu juga dikuasai oleh kemauan.

Ukiran candi di tingkat pertama menggambarkan adegan dari Kitab Karmawibangga yaitu gambaran sebab akibat serta perbuatan baik dan buruk.

Deretan relief tidak tampak seluruhnya karena tertutup oleh dasar candi yang lebar. Di sisi tenggara tampak relief yang terbuka dan dapat dilihat oleh pengunjung.

2. Rupadhatu
Rupadhatu atau tingkat kedua disamakan dengan dunia antara dunia rupa, bentuk dan wujud. Dalam dunia tersebut manusia telah meninggalkan segala keinginan nafsu tetapi masih terikat pada nama, rupa, wujud dan bentuk.

3. Arupadhatu
Arupadhatu atau tingkat teratas yang disamakan dengan alam atas atau dunia tanpa rupa, wujud dan bentuk. Di tingkat tersebut manusia telah bebas dan memutuskan segala ikatan pada dunia fana selama-lamanya.