CANDI BOROBUDUR

Kamis, 01 Agustus 2024

 

CANDI BOROBUDUR

Dinasti Sailendra membangun peninggalan Budha terbesar di dunia antara 780-840 Masehi. Dinasti Sailendra merupakan dinasti yang berkuasa pada masa itu. Peninggalan ini dibangun sebagai tempat pemujaan Budha dan tempat ziarah. Tempat ini berisi petunjuk agar manusia menjauhkan diri dari nafsu dunia dan menuju pencerahan dan kebijaksanaan menurut Buddha. Peninggalan ini ditemukan oleh Pasukan Inggris pada tahun 1814 dibawah pimpinan Sir Thomas Stanford Raffles. Area candi berhasil dibersihkan seluruhnya pada tahun 1835.

Borobudur dibangun dengan gaya Mandala yang mencerminkan alam semesta dalam kepercayaan Buddha. Struktur bangunan ini berbentuk kotak dengan empat pintu masuk dan titik pusat berbentuk lingkaran. Jika dilihat dari luar hingga ke dalam terbagi menjadi dua bagian yaitu alam dunia yang terbagi menjadi tiga zona di bagian luar, dan alam Nirwana di bagian pusat. 



LINGKUNGAN CANDI BOROBODUR

Terletak sekitar 40 kilometer (25 mi) barat laut dari Kota Yogyakarta, Borobudur terletak di atas bukit pada dataran yang dikeliling dua pasang gunung kembar; Gunung Sindoro-Sumbing di sebelah barat laut dan Merbabu-Merapi di sebelah timur laut, di sebelah utaranya terdapat Bukit Tidar, lebih dekat di sebelah selatan terdapat jajaran perbukitan Menoreh, serta candi ini terletak dekat pertemuan dua sungai yaitu Sungai Progo dan Sungai Elo di sebelah timur. Menurut legenda Jawa, daerah yang dikenal sebagai Dataran Kedu adalah tempat yang dianggap suci dalam kepercayaan Jawa dan disanjung sebagai 'Taman pulau Jawa' karena keindahan alam dan kesuburan tanahnya.[18]

Terjadinya erupsi Gunung Merapi yang dahsyat pada sekitar tahun 1006 menyebabkan Candi Borobudur tertimbun oleh debu vulkanik selama ratusan tahun lamanya. Beberapa abad kemudian, Candi Borobudur akhirnya ditemukan kembali pada tahun 1814 oleh seorang insinyur Belanda bernama Hermanus Christiaan Cornelius, ketika kerajaan Inggris yang diwakili oleh Thomas Stamford Raffles menduduki beberapa bagian pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah. Setelah Indonesia merdeka, pada akhir tahun 60-an pemerintah bekerja sama dengan UNESCO untuk merenovasi Candi Borobudur selama bertahun-tahun, sampai akhirnya UNESCO menetapkan mahakarya agung tersebut sebagai Situs Warisan Dunia di tahun 1991.

 



Arsitektur Candi Borobudur

Menurut urutan bangunan punden berundak yang dipadukan dengan ajaran Buddha ada tiga bagian yang dilambangkan sebagai berikut.

1. Kamadhatu
Kamadhatu yang diartikan sebagai alam bawah atau dunia nafsu. Selama hidup, manusia terikat pada nafsu juga dikuasai oleh kemauan.

Ukiran candi di tingkat pertama menggambarkan adegan dari Kitab Karmawibangga yaitu gambaran sebab akibat serta perbuatan baik dan buruk.

Deretan relief tidak tampak seluruhnya karena tertutup oleh dasar candi yang lebar. Di sisi tenggara tampak relief yang terbuka dan dapat dilihat oleh pengunjung.

2. Rupadhatu
Rupadhatu atau tingkat kedua disamakan dengan dunia antara dunia rupa, bentuk dan wujud. Dalam dunia tersebut manusia telah meninggalkan segala keinginan nafsu tetapi masih terikat pada nama, rupa, wujud dan bentuk.

3. Arupadhatu
Arupadhatu atau tingkat teratas yang disamakan dengan alam atas atau dunia tanpa rupa, wujud dan bentuk. Di tingkat tersebut manusia telah bebas dan memutuskan segala ikatan pada dunia fana selama-lamanya.




0 komentar:

Posting Komentar